Jakarta, 27/9/2026 – Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) kembali menyelenggarakan GembiraFest 2026, festival tahunan yang menghadirkan ruang perjumpaan antara isu kebebasan sipil, riset, seni, budaya populer, dan suara anak muda.
Mengangkat tema “Civic Space 404: Cari Sinyal Kebebasan”, GembiraFest 2026 mengajak publik–khususnya generasi muda–untuk melihat kembali kondisi ruang sipil di Indonesia sekaligus merayakan keberanian untuk bersuara, berekspresi, berkumpul, dan terlibat aktif dalam kehidupan publik.
Direktur Eksekutif PSHK Rizky Argama mengatakan, GembiraFest merupakan salah satu cara PSHK mengangkat pembicaraan mengenai kebebasan sipil ke ruang yang lebih luas dan dekat dengan keseharian publik. “Kebebasan sipil bukan isu yang hanya penting dibicarakan di ruang seminar atau forum kebijakan, karena ini menyangkut pengalaman warga sehari-hari; soal apakah kita masih punya ruang untuk bersuara, berkumpul, berekspresi, dan ikut menentukan kebijakan yang berdampak pada hidup kita,” kata Rizky.
Sebagai sebuah festival bernuansa perayaan, GembiraFest berangkat dari gagasan bahwa pembicaraan mengenai kebebasan sipil dapat hadir melalui berbagai medium yang dekat dengan masyarakat. Karena itu, sejak pertama kali diselenggarakan pada 2023, PSHK mengembangkan GembiraFest sebagai ruang yang mempertemukan pengetahuan, pengalaman warga, seni, dan hiburan dalam suasana yang terbuka dan inklusif.
Diselenggarakan di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, GembiraFest 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan sejak siang hingga malam, mulai dari pameran karya seni, publikasi dan temuan riset PSHK, gelar siniar atau live podcast, pertunjukan teater, komedi tunggal atau stand-up comedy, hingga konser musik.
Sejumlah nama dan komunitas turut meramaikan GembiraFest tahun ini, antara lain kelompok teater Ketemu di Seni, grup musisi satir Swaracau, komika Mega Salsabilah, Podcast RAPOT, dan grup musik duo Banda Neira. Sejumlah aktivitas juga dikembangkan bersama Koalisi Seni, Koalisi Kebebasan Berserikat, dan Sulam Simpul Suara, yang membawa perspektif dan bentuk ekspresi berbeda dalam membicarakan kondisi ruang sipil.
Peneliti PSHK Cikal Restu Syiffawidiyana, yang juga Ketua Pelaksana GembiraFest 2026, menjelaskan bahwa keberagaman format dan pengisi acara dirancang agar isu kebebasan sipil dapat menjangkau publik dengan cara yang lebih cair. “Kami ingin orang datang ke GembiraFest bukan hanya untuk mengikuti diskusi, tapi juga menikmati musik, karya seni, teater, komedi, dan bertemu dengan komunitas lain. Kami berharap muncul percakapan baru tentang kebebasan dan ruang sipil, terutama di kalangan orang muda,” ujar Cikal.
GembiraFest 2026 melibatkan 15 komunitas orang muda dan organisasi masyarakat sipil dengan total jumlah partisipan mencapai 500 orang dalam rangkaian sesi siang dan malam. Melalui pendekatan yang kreatif dan kolaboratif, PSHK berharap GembiraFest 2026 dapat menjadi ruang berekspresi yang aman dan ramah bagi semua, mempertemukan kelompok-kelompok yang selama ini bekerja pada isu yang beragam, serta menumbuhkan solidaritas untuk menjaga ruang sipil di Indonesia.
Di tengah berbagai tantangan terhadap kebebasan sipil, tema “Cari Sinyal Kebebasan” juga menjadi ajakan bagi publik untuk tidak berhenti mencari sekaligus menciptakan ruang-ruang tempat warga dapat bersuara. GembiraFest ingin menunjukkan bahwa menjaga kebebasan tidak hanya dilakukan melalui advokasi kebijakan dan proses hukum, tetapi juga melalui percakapan, karya, musik, tawa, perjumpaan, dan solidaritas sehari-hari.
___________________________________________________________________________
Tentang GembiraFest
Generasi Muda Berani Bersuara Festival (GembiraFest) merupakan festival tahunan yang diselenggarakan PSHK sejak 2023 untuk memperkenalkan dan membicarakan isu kebebasan sipil melalui pendekatan yang lebih kreatif, terbuka, dan dekat dengan generasi muda. GembiraFest menjadi ruang perjumpaan antara riset, advokasi, seni, budaya populer, komunitas, dan publik untuk bersama-sama merawat kebebasan dan ruang sipil di Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Instagram PSHK: @pshkindonesia
